Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan

MEUTYA HAFID 168 JAM DALAM SANDERA

Minggu, 05 Januari 2014

0 komentar


Siapa pun penonton televisi dan pembaca koran pasti ingat peristiwa nahas tersebut. Meutya Hafid, seorang reporter Metro TV dan Budiyanto, juru kamera yang mendampinginya, disandera oleh Mujahidin Irak. Mereka diculik tiba-tiba saat sedang berhenti di POM Bensin. Seluruh bangsa pun khawatir, berdoa demi keselamatan mereka, dan mengusahakan pembebasan secepatnya.
168 jam lamanya Meutya dan Budi berada dalam sandera. Di dalam sebuah gua kceil di tengah gurun Ramadi. Tidur beralaskan batuan dan dibuai oleh suara bom dan tembakan. Di sana mereka belajar tentang kepasrahan total kepada Yang Kuasa, karena telah begitu dekatnya dengan kata "mati". Di sana mereka diingatkan, bahwa jika Tuhan menghendaki, segalanya bisa terjadi. Dan, di sana pula mereka berdua disadarkan, betapa nyawa sangat berharga, dibandingkan berita paling ekslusif sekalipun.

Format file : DigiBook
Download
Read More..

Download Novel Gajah Mada 2 Bergelut dalam kemelut Takhta dan Angkara

Minggu, 15 September 2013

0 komentar
Gajah Mada 2: Bergelut dalam kemelut Takhta dan Angkara
Gajah Mada 2: Bergelut dalam kemelut Takhta dan Angkara
Jayanegara mangkat bukan dalam peperangan dengan pasukan segelar-sepapan, melainkan pada cicipan ramuan obat yang ternyata berisi racun di atas pembaringan ketika ia sedang sakit biasa. Ra Tanca, sang Pembunuh raja yang kebal segala bisa ular yang meracik obat Jayanegara itu pun tewas bersarung keris Gajahmada di ulu hati. Dan terkuaklah siapa “Bagaskara Manjer Kawuryan” setelah lenyap terkubur bumi sejak Ra Kuti madeg kraman sembilan tahun yang silam.

Namun, sang Misterius itu sudah mati membawa serta segala rahasianya. Dan kini Majapahit dihadapkan pada persoalan yang pelik. Jayanegara belum menikah dan karenanya tak punya anak. Apalagi anak laki-laki. Kekuasaan terletak pada dua orang Sekar Kedaton kakak beradik: Sri Gitarja dan Dyah Wiyat. Keduanya adalah putri biksuni Gayatri, istri keempat Raden Wijaya, raja Majapahit pertama.

Persoalannya bukan siapa dari keduanya yang bakal menggantikan raja Majapahit, melainkan justru karena keduanya sudah memiliki calon suami. Raden Cakradara, calon suami Gitarja, dan Raden Kudamerta, calon suami Dyah Wiyat. Di belakang masing-masing calon suami sekar kedaton itu berdiri pihak-pihak yang ingin menguasai kerajaan. Dengan segala cara, tentu. Dan pernikahan dengan sekar kedaton, bagaimanapun, adalah pintu gerbangnya.

Itulah setidaknya fenomena yang berhasil diendus telik-sandi Bhayangkara. Itulah yang kemudian membuat Gajahmada dengan cukup berani meminta kepada keempat ibu ratu, istri-istri Raden Wijaya, untuk tidak dulu mengangkat salah satu dari sekar kedaton menggantikan Jayanegara. Pemerintahan sementara diemban oleh keempat ibu ratu, yang kemudian memilih biksuni Gayatri untuk memimpin sementara Majapahit. Gajahmada ingin memastikan bahwa ancaman bahaya di belakang Cakradara dan Kudamerta benar-benar sudah dibersihkan.

Lanjutkan ceritanya dengan membaca langsung bukunya. Silahkan Download ebooknya jika berminat


Sinopsis dipetik dari Resensi Bahtiar HS.

Download Novel Gajah Mada 1 disini

Download Novel Gajah Mada 2: Bergelut dalam kemelut tahta dan Angkara


Download Novel Gajah Mada 3: Hamukti Palapa

Download Novel Gajah Mada 4: Perang Bubat
Read More..

Saraswati Si Gadis Dalam Sunyi

Sabtu, 14 September 2013

0 komentar



Karya A. A Navis


Versi Digibook



Adikku, engkau betul-betul keterlaluan mengganggu aku. Tapi kini aku tahu, betapapun nakalnya engkau terhadapku, itu tidak lain karena engkau masih kanak-kanak. Engkau belum dapat menilai buruk dan baik. Kalau engkau sudah lebih besar sedikit lagi tentulah engkau tidak senakal itu. Aku tahu, anak-anak yang nakal itu karena dia sehat. Bila engkau sempat jadi dewasa, bila engkau dapat memahami apa yang buruk dan yang baik, engkau tentu akan jadi orang lebih berguna daripada aku. Betapapun aku menjadi dewasa kelak, betapapun aku mengenal apa yang buruk dan yang baik dengan sempurna, aku takkan mungkin mampu menjadi lebih berarti daripada manusia yang tidak cacat.




Read More..

Copyright © 2010 Download E-Book | Powered By Blogger